Alamat Kantor:

Zavira Regeny Blok A7
Batas Kota Pekanbaru - Kampar, Riau — Indonesia

Cold, Warm & Hot Traffic. Bagusnya pilih yang mana agar jualan cepat laku

Memilih tipe trafik yang tepat untuk meningkatkan konversi penjualan di website anda. Pelajari apa saja tipe trafik yang harus anda target.
hot traffic

Trafik bagi sebuah website

Trafik ibarat nafasnya pemasaran online.

Tanpa trafik, website keren tidak akan ada artinya. Bahkan produk dengan sejuta solusi pun tidak akan berasa manfaatnya kalau tidak ada yang tahu.

Tanpa trafik, website keren dan produk memukau bukanlah apa-apa.

Bahkan copywriting yang membuai pikiran pembaca seolah kehilangan keampuhannya. Karena tidak ada yang sudi berkunjung.

Intinya, pemasaran online jadi zonk tanpa trafik. Titik.

Pertanyaannya, trafik seperti apa yang harus kita datangkan? Pertanyaan sangat penting untuk dijawab oleh para marketer online. Terutama praktisi SEO.

Karena kita tidak ingin salah menargetkan trafik.

Banjir trafik tapi tidak ada yang beli juga zonk namanya. Dan karena itulah kita perlu memilah jenis trafik dari awal. Dan memprioritaskan yang penting.

Ngomong-ngomong, kadang tipe trafik ini juga dipengaruhi oleh channel pemasaran online yang kita gunakan. Seperti Facebook, Google dan Youtube.

Jadi, kita harus benar-benar paham trafik seperti yang cocok dengan model bisnis kita.

Jangan dipaksakan menggunakan channel pemasaran tertentu. Sementara model bisnis kita tidak cocok dengan trafik yang berasal dari channel tersebut.

Agar lebih jelas, mari kita bahas di bawah ini.

Jenis Traffic dalam pemasaran online

Mengetahui perilaku market adalah bagian penting dalam pemasaran online. Termasuk mengetahui apa saja tipe trafik yang akan berkunjung ke website kita.

Ini akan memberikan kita ide konten, produk, strategi harga yang tepat serta kolam yang cocok untuk mereka. Apakah channel telegram, list email atau yang lain.

Baik, mari kita bahas langsung di bawah ini.

1. Cold Traffic

Cold Traffic juga dikenal dengan Un-aware Traffic.

Cold Traffic adalah orang-orang yang berkunjung ke website kita namun mereka sebenarnya tidak terlalu peduli dengan produk yang kita tawarkan.

Ini disebabkan oleh  beberapa hal.

Bisa karena mereka tidak tahu produk kita. Tidak tahu kalau mereka punya masalah atau karena memang mereka tidak membutuhkan produk kita.

Pada trafik model ini, hard selling bukanlah cara yang tepat.

Karena bisa saja mereka terganggu dengan penawaran kita. Jangankan membeli produk yang kita tawarkan, membaca sales letternya saja tidak mau.

Diskon dan scarcity tidak ngefek pada orang seperti ini.

Cara paling tepat untuk mengakuisisi orang-orang yang tergolong pada kategori Cold Traffic ini adalah dengan melakukan edukasi.

Melalui edukasi, kita bisa menyadarkan mereka bahwa mereka punya masalah dan masalah mereka bisa diatasi dengan produk dan layanan kita.

Karena kita harus mengedukasi, maka kita butuh channel terbaik untuk melakukannya.

Biasanya untuk edukasi ini kita bisa menggunakan channel telegram maupun melalui email marketing. Sehingga bisa mengirimkan email berseri pada mereka.

2. Warm Traffic

Warm Traffic berada selangkah lebih di depan dibanding Cold Traffic.

Umumnya, mereka sudah berkunjung ke website kita. Sudah baca konten website dan penawaran kita. Bahkan mereka sudah tahu banyak tentang produk kita.

Lebih jauh lagi, kadang mereka juga sudah jadi fans dan subscriber kita.

Cuma sayangnya, mereka sama sekali tidak tertarik untuk membeli produk dan layanan yang kita tawarkan. Ini sedikit unik.

Dia bilang suka, tapi tak kunjung menyiapkan maharnya.

Jadi, bagaimana cara menaklukan trafik tipe ini ? Atau kita skip saja.

Tidak. Trafik tipe ini sangat potensial untuk membeli. Kita hanya perlu melakukan beberapa pendekatan yang bisa mendorong mereka untuk membeli.

Sebelumnya kita sudah dapat clue-nya.

Jenis trafik ini sudah tahu banyak tentang kita. Kalau kita menawarkan software tertentu, mungkin mereka sudah tahu fitur-fitur yang dimiliki software tersebut.

Cuma mereka belum tahu, masalah apa yang bisa diselesaikan. Apa benefit yang akan mereka dapatkan jika menggunakan software ini.

Oleh karenanya, kita harus berikan versi trial pada mereka.

Biarkan mereka mencoba dan merasakan benefit dari software yang kita jual. Sampai mereka mengatakan “Ya, saya mau beli software ini”.

Dalam pemasaran online berbasis search engine, SEO. Kita bisa mengenali tipe trafik ini dari kata kunci yang mereka gunakan di Google search.

Bisa kueri komparasi, fitur dan lainnya.

3. Hot Traffic

Jika tipe trafik warm baru mencoba sedikit fitur dari produk anda. Berbeda dengan trafik tipe hot ini. Mereka bahkan sudah membeli dari anda.

Mereka sudah menikmati dan merasakan manfaat produk anda.

Walaupun dalam SEO tipe trafik ini tidak selalu sudah melakukan pembelian pada anda. Tapi dilihat dari kata kunci yang mereka gunakan untuk menavigasi produk dan layanan kita.

Trafik tipe ini sebaiknya diarahkan ke halaman sales page, product page, landing page dan offer page. Agar mereka melihat langsung penawaran anda.

Dan strategi potongan harga dan scarcity sangat berimpact pada mereka.

Beda Jenis Traffic, Beda Perlakuan

Mengetahui tipe trafik dan model bisnis kita adalah langkah krusial untuk mengetahui strategi pemasaran online yang sesuai untuk usaha kita.

Dengan mengetahui tipe trafik, kita jadi tahu channel yang harus digunakan serta pendekatan yang paling tepat untuk mengkonversinya jadi pembeli.

Jika bisnis anda berbasis kebutuhan, maka Google adalah channel yang tepat.

Saat menggunakan Google sebagai channel pemasaran, anda juga harus tahu kata kunci yang tepat untuk di optimasi sehingga menghasilkan penjualan.

Jangan optimasi kata kunci hanya berdasarkan volume pencarian saja.

Pelajari intent dari keyword tersebut. Apakah mereka yang menggunakan kueri tersebut berniat untuk membeli atau sekedar mencari informasi saja.

Dengan mengetahui beberapa hal ini akan memberikan ide pada kita bagaimana cara melayani mereka saat berkunjung ke website kita.

Tujuannya agar mereka melakukan pembelian.

Jika harus memilih, pilih traffic yang mana

Jika harus memilih, tentu saja kita lebih prioritaskan hot traffic.

Tapi, sebagai marketer tentu kita tidak ingin menyia-nyiakan trafik yang lainnya. Karena tipe trafik cold dan warm tetap saja bisa kita konversi menjadi hot traffic.

Untuk tipe hot traffic, kita bisa langsung harg selling. Arahkan langsung ke sales page dan offer page. Tawarkan diskon dan potongan harga langsung.

Kalau bisa berikan scarcity.

Dan salah satu channel pemasaran online yang menghadirkan hot traffic adalah Google. Kita bisa menemukannya melalui kata kunci yang mereka gunakan.

Default image
Hidayat Mundana

Hi, SEOElite hadir untuk menyediakan informasi bermanfaat seputar Digital Marketing, Ecommerce, SEO serta tips-tips dasar SEO untuk pemula.

Articles: 32

Leave a Reply