Alamat Kantor:

Zavira Regeny Blok A7
Batas Kota Pekanbaru - Kampar, Riau — Indonesia

Merencanakan dan membuat website Sekolah Profesional

Merencanakan dan membuat website sekolah yang profesional, tidak sekedar punya website.

Zaman terus berganti. Teknologi juga berkembang, perilaku masyarakat juga berubah. Ini menuntut kita sebagai instansi pendidikan harus beradaptasi secara cepat.

Kedengaran lucu, jika ada sekolah yang anti dengan perubahan.

Apalagi jika ada sekolah yang menolak untuk beradaptasi dengan teknologi. Karena seharusnya justru sekolah-lah sebagai motor-nya.

Dari banyak perkembangan teknologi yang harus di-ikuti sekolah adalah website.

Ya, sekolah seharusnya sudah memiliki website yang profesional sebagai bentuk adaptasi dengan zaman. Bukan saja sebagai sarana publikasi, tapi juga sarana pembelajaran.

Saat ini ada banyak sekali platform pembuatan website yang bisa kita gunakan untuk membuat website profesional. Seperti Blogger, WordPress, Wix dan lain sebagainya.

Nah, bagi anda yang kesulitan membuat website sekolah. Mungkin tulisan kami kali ini patut juga untuk dibaca, setidaknya sebagai informasi tambahan bagi anda.

Pada tulisan ini, kita akan membahas bagaimana merencanakan dan kemudian membuat website sekolah menggunakan platform WordPress.

Kita menggunakan WordPress karena gratis dan SEO Friendly.

Baik, mari kita mulai.

1.Tahap merencanakan website Sekolah

Langkah awal yang harus anda lakukan adalah membuat perencanaan.

Sebelum kita mulai membuat website sekolah, ada baiknya kita merencanakan berbagai hal terkait dengan website sekolah ini.

Mulai dari tujuan membuat website, apa saja fitur yang dibutuhkan, berapa target pengunjung dan kemudian hal lai nyang dianggap penting.

Bagian ini kami anggap penting karena akan mempengaruhi berbagai hal, seperti hosting, themes serta plugin wordpress yang akan kita gunakan.

Sampai disini, kami anggap anda sudah membuat rencananya.

2.Tahap kedua, persiapan membuat website.

Setelah anda membuat rencana website sekolah. Selanjutnya kita masuk pada tahap pembuatan website sekolah, seperti pendaftaran domain dan menghitung kebutuhan hosting.

1.Pendaftaran nama domain

Untuk pendaftaran nama domain, biasanya kita harus memiliki surat kuasa dari Kepala Sekolah. Karena itu adalah syarat untuk mendaftaran domain sch.id

Selain itu, ada baiknya anda mempertimbangkan nama domain yang akan di daftarkan.

Terkait dengan nama domain, kami menyarankan agar menggunakan nama domain yang mudah dibaca, di eja serta tidak terlalu panjang.

Hindari juga menggunakan anda strip (-).

Anda bisa membaca terkait tips memilih nama domain ini disini.

2.Menghitung kebutuhan Hosting

Hosting memiliki peran yang cukup vital dalam proses pembuatan website sekolah.

Karena, hosting akan menampung file website dan sekaligus limpahan trafik setiap harinya. Semakin besar trafik yang akan dilayani, maka semakin besar hosting yang harus di sewa.

Perlu juga di ingat, semakin besar space hosting semakin tinggi pula biaya hosting yang harus dikeluarkan. Untuk pembayaran bisa bulanan atau tahunan.

Anda bisa pilih sesuai kebutuhan.

Yang perlu diperhatikan dalam memilih hosting adalah space, bandwidth, software yang tersedia di panel hosting serta support  ketika ada masalah pada hosting.

Ada banyak sekali hosting berkuaitas di Indonesia, anda bisa download bahasan kami terkait hosting tersebut disini.

3.Template / Theme website sekolah

Karena kita menggunakan WordPress, maka kita bisa menggunakan template yang sudah jadi. Kita tidak harus mendesain dan membuat program sejak nol.

Cukup memilih theme wordPress yang sesuai dengan selera dan kebutuhan.

Ada banyak sekali theme website sekolah yang bisa anda gunakan. Kami menyarankan agar anda menggunakan theme berbayar, bisa di lihat disini.

Di Themeforest, anda harus beli menggunakan Dollar ($).

Namun jika tidak ingin repot, anda bisa menggunakan layanan install theme wordpress yang ditawarkan oleh salah satu website, Debacklink.com

4.Mengumpulkan plugin

Pada tahapan perencanaan, kita sudah membuat daftar fitur website sekolah yang kita butuhkan. Dan ini berkaitan dengan plugin yang akan kita install.

Yang perlu anda lakukan adalah menemukan plugin yang menyediakan fitur tersebut.

Tapi ingat, jangan menginstall plugin WordPress terlalu banyak. Karena hal itu bisa membuat website menjadi lambat.

Untuk melihat plugin yang menawarkan fitur tersebut, cukup googling saja di Google. Ada ribuan plugin gratis yang bisa anda gunakan.

3. Instalasi dan Konfigurasi

Setelah anda melewati berbagai proses diatas, barulah kita masuk pada tahapan terakhir. Yakni instalasi dan konfigurasi website.

Untuk instalasi WordPress, coba lihat panduannya di Youtube.

Sedangkan untuk konfigurasi website kami sarankan untuk mengikuti panduan (dokumentasi) dari themes wordpress yang anda gunakan.

Biasanya setiap themes berbayar menyertakan dokumentasinya untuk kita.

Ikuti saja dokumentasi tersebut, maka anda bisa membuat website sekolah yang profesional dan memenuhi kebutuhan sekolah.

Itulah tahapan pembuatan website sekolah untuk pemula.

Kami berharap tulisan tahapan cara membuat website sekolah ini membantu anda dalam merencanakan dan mempersiapkan berbagai hal saat ingin membuat website sekolah.

Jika anda tidak ingin repot dengan hal teknis, silahkan hubungi kami.

Default image
Hidayat Mundana

Hi, SEOElite hadir untuk menyediakan informasi bermanfaat seputar Digital Marketing, Ecommerce, SEO serta tips-tips dasar SEO untuk pemula.

Articles: 32

Leave a Reply