KPI SEO. Pengertian, cara membuat dan mengukurnya.

Tahapan penentuan KPI SEO

SEO itu prosesnya Panjang.

Setidaknya, anda butuh waktu 2-3 bulan untuk bisa melihat hasilnya.

Semakin berat persainganyan keyword yang dioptimasi, maka semakin lama proses optimasi website yang harus anda lakukan.

Oleh karenanya, kita membutuhkan alat untuk menuntun kita agar bisa konsisten melakukan SEO secara benar dalam jangka waktu tertentu.

Alat itu kita sebut dengan KPI SEO

Nah, pada kesempatan ini. Kita akan membahas banyak hal tentang KPI SEO. Tahapannya, cara menetapkan serta cara mengukurnya.

Ingin tahu lebih jauh ?

Simak pembahasan kami dibawah ini. Selamat membaca.

Apa itu KPI SEO

Baik, mari kita mulai.

Agar kita punya persepsi yang sama, mari kita mulai dengan membahas defenisi dari KPI SEO.

Owh ya, KPI adalah singkatan dari Key Performance Indicator. Metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja dari kinerja bisnis kita.

Sipp. Sekarang kita bahas apa itu KPI SEO.

KPI SEO adalah alat yang digunakan untuk mengukur Kinerja SEO selama waktu tertentu. Melalui KPI ini kita melakukan SEO dengan cara yang lebih terencana dan terarah.

Menggunakan KPI SEO ini, kita bisa mengevaluasi tindakan SEO secara lebih objektif menggunakan metrik yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Idealnya, setiap Konsultan SEO memiliki KPI SEO saat memulai proses optimasi terhadap website mereka.

Karena akan membantu proses perencanaan dan tindakan mereka.

Perlu juga diketahui, KPI SEO anda satu praktisi dengan yang lainnya bisa saja berbeda. Tergantung dari tujuan tindakan SEO mereka.

Namun, ada beberapa KPI SEO yang umum digunakan untuk menugkur kinerja SEO. Dan kita akan bahas pada tulisan singkat kali ini.

KPI SEO yang sering digunakan

Dibawah ini adalah beberapa metrik yang sering digunakan untuk mengukur kinerja SEO. Silahkan simak penjelasan kami untuk masing-masing metrik tersebut.

Kunjungan Organik

Menurut kami, kunjungan organik adalah KPI wajib pada setiap proses SEO. Karena, tujuan utama dari SEO adalah untuk mendapatkan kunjungan organik.

KPI SEO terkait kunjungan organik ini harus ditentukan sejak awal.

Dan proses penentuannya, dipengaruhi oleh target revenue yang ingin anda capai. Termasuk harga dan margin keuntungan dari produk yang dijual.

Semakin tinggi target revenue yang anda inginkan, maka semakin besar pula KPI Kunjungan Organik yang harus ditetapkan.

KPI Kunjungan Organik ini diukur setiap bulannya.

Agar semakin real, kami coba berikan contohnya. Tapi, data yang kami tampilkan sifatnya asumsi saja. Silahkan perhatikan data dibawah ini.

Harga Produk : Rp. 1.500.000,-

Profit Margin : Rp. 950.000,-

Target Revenue : Rp. 65.000.000,- / bulan

Dari data diatas, maka setidaknya anda harus menjual sebanyak  69 produk setiap bulannya. Atau sekitar 2-3 produk perhari.

Jika diasumsikan tingkat konversi anda sebesar 3%, maka setidaknya anda harus memiliki kunjungan organik sebesar : (69/3) x 100 = 2300 kunjungan / bulan.

2300 kunjungan / bulan adalah kunjungan minimal.
Semakin besar, semakin bagus.

CTR (Click Through Rate)

Apa itu CTR

CTR (Click Throug Rate) adalah Jumlah pengguna Google yang mengeklik website anda di SERP Google dibandingkan dengan jumlah tayangnya. CTR ini diukur menggunakan persentase.

Misalnya, website anda tayang hingga 1000 tayang untuk keyword “Cara Optimasi Website”.

Tapi, jumlah orang yang mengeklik website anda hanya 150 orang untuk keyword tersebut. Maka, CTR website anda untuk keyword “cara optiamsi website” tersebut adalah :

= 150/1000 x 100% = 15%

Menurut kami, 15% ini persentasenya sudah lumayan bagus.

Semakin tinggi ranking website, semakin tinggi pula CTR-nya. Website dengan ranking di Top 3 Google akan berbeda dengan website yang berada dibawah itu.

Sebaliknya, besar-kecilnya CTR ini juga akan berdampak pada ranking website anda. Jika CTR-nya rendah, kemungkinan besar ranking website juga akan turun.

Selain ranking website, CTR juga dipengaruhi oleh Judul dan deskripsi website di hasil pencarian Google.

Oleh karenanya, anda harus benar-benar memikirkan judul dan deskripsi yang dibuat agar CTR anda bagus dan berdampak pada KPI SEO yang sudah ditetapkan.

Mungkin, dilain kesempatan kita akan bahas lebih detail.

Ranking kata kunci

Sebelumnya, kita sudah mengetahui jumlah kunjungan organik minimal yang harus didapatkan setiap bulannya adalah 2300 kunjungan / bulan.

Dari data tersebut, kita mulai melakukan riset keyword. Mencari keyword yang akan memenuhi KPI Kunjungan Organik tersebut.

Misalnya, kita berencana mengoptimasi maksimal 10 keyword saja.

Maka, rata-rata volume pencarian untuk keyword yang akan dioptimasi adalah :
 = 2300 kunjungan / 10 keyword = 230 kunjungan perkeyword.

Ingat! Angka 230 adalah angka minimal.

Jika memungkinkan, piihlah keyword dengan volume pencarian yang lebih besar dari 230 pencarian setiap bulannya.

Satu hal lagi, keyword yang anda optimasi tersebut harus benar-benar memenuhi search intent dari produk/layanan yang anda jual.

Sehingga memenuhi tingkat konversi yang sudah ditetapkan, 3 persen.

Oke, kita sudah memilih keyword yang akan dioptimasi. Volume pencariannya pun sudah sesuai dengan KPI yang kita inginkan.

Selanjutnya adalah menetapkan KPI Ranking keyword tersebut.

Untuk mendapatkan kunjungan organik sebesar 2300 kunjungan perbulan, keyword-keyword tersebut harus masuk halaman 1 Google. Lebih tepatnya Top 3 Google.

Karena, dari data yang dikumpulkan oleh Search Metrik. 75% pengguna Google hanya mengunjungi website yang berada di Top 3. 25% sisanya baru mengunjungi website ranking 4,5 dan seterusnya.

Konversi

Agar kunjungan organik yang sudah didapatkan tidak sia-sia. Maka kita harus meningkatkan persentase konversi dari produk/layanan yang ditawarkan.

Konversi disini tentu beragam.
Mulai dari penjualan, berlangganan email, klik tombol tertentu dan lain sebagainya.

Anda harus menetapkan persentase konversi minimal. Dalam kasus ini, kita sudah menetapkannya sebesar 3%.

Tingkat konversi ini dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa diantaranya adalah produk, harga produk, copywriting serta momentum.

Jika tingkat konversi tidak sesuai dengan KPI SEO yang sudah ditetapkan, maka anda bisa mengulik beberapa elemen yang kami sebutkan sebelumnya.

Mulai dari produk, harga serta copywritingnya.

Cara mengukur KPI SEO

Diawal, kita sudah sebutkan. Bahwa KPI SEO ini harus diukur.

Mulai dari kunjungan organic, ranking keyword, CTR (Click Throug Rate) dan Konversi.

Untuk mengukur KPI SEO tersebut, biasanya kita menggunakan alat bantu dari pihak ke-3. Seperti Google Search Console dan Google Analytics.

Alat ini bisa digunakan secara gratis.

Selain 2 alat diatas. Kita juga bisa menggunakan alat lain. Terutama untuk 3 KPI SEO pertama. Alat yang sering kami gunakan adalah Ahrefs.

Hanya saja, alat yang satu ini adalah alat berbayar.

Kesimpulan

Kami beranggapan bahwa KPI SEO adalah elemen penting dalam SEO.

Karena, dengan menggunakan KPI SEO ini. Kita bisa membuat tindakan yang lebih terencana dan terarah. Lebih dari itu. Kita juga bisa mengevaluasi kinerja SEO secara objektif.

Kita menjadi tahu, elemen mana yang membuat kinerja SEO kita buruk. Dan elemen mana pula yang membuatnya berhasil dan layak dipertahankan.

Kami berharap, dengan tulisan singkat ini.

Anda jadi mengerti apa itu KPI SEO, bagaimana cara membuatnya dan yang paling penting bagaimana cara mengukur SEO yang sudah ditetapkan.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tulisan ini ditulis oleh Hidayat Mundana. Praktisi SEO Indonesia berpengalaman. Kami menawarkan Paket SEO Jakarta untuk anda yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Silahkan hubungi kontak berikut : 0822 1917 5900